ASBI Indonesia

"Learn Today Lead Tomorrow"

Merdeka Itu…

Leave a comment

68 tahun yang lalu para pejuang Indonesia sudah berjuang sekuat tenaga untuk menghapuskan penjajahan di tanah air tercinta. Kita memang nggak ngelihat seberapa besar para pejuang kita menghapuskan penjajahan di tanah air ini. Tapi mungkin kita pernah dengar cerita seberapa besar ambisi dan semangat para pejuang bangsa Indonesia untuk memerdekakan negara ini.

Banyak warga Indonesia tidak mengerti arti dari merdeka yang sebenarnya dan banyak juga yang hanya mengartikan merdeka itu ‘merdeka dari penjajah-penjajah negeri yang pernah singgah ke Indonesia’ atau mungkin malah ada yang masa bodoh dan nggak mau mikirin arti sebenernya.

Sebenarnya aku sangat sering bertanya apa arti merdeka yang sebenarnya pada guru disekolahku yang dulu, tapi jawaban yang mereka lontarkan belum membuatku puas. Sampai akhirnya inilah jawaban dari semua guru dan dari media –internet, buku referensi, dll- yang pernah aku gunain untuk mencari informasi.

Dan hasilnya.. Merdeka itu :

  • Terbebas dari para penjajah luar maupun luar negeri.

Ini satu arti yang benar-benar spesifik dan semua orang pasti tahu. Tapi yang aku maksud bukan hanya terbebas oleh para penjajah dari Belanda, Jepang atau Prancis. Namun terbebas juga oleh para ‘calon penjajah negeri’. Banyak calon penjajah negeri dengan semenang-menang menjajah orang-orang yang tidak bersalah dengan cara tidak memberikan pendidikan yang bagus, memberikan gaji dibawah UMP atau malah memakan dana rakyat yang harusnya dikembalikan lagi kepada rakyat. Untuk terbebas dari penjajah dalam maupun luar negeri kita harus menengok kembali kebelakang, menengok bagaimana para pejuang kita menginginkan kemerdekaan yang sebenarnya. Kita harus memiliki semangat yang sama. Satu pesan dari aku untuk para orangtua yang memiliki anak yang cerdas tolong beri mereka motivasi yang besar. Karena motivasi sangat dibutuhkan, mungkin saja jika mereka salah jalur dan menjadi tidak sukses atau malah sukses tapi mereka malah berganti menjajah orang-orang yang tidak bersalah lagi. Kalian para orangtua harus bersemangat untuk membuat anak kalian menjadi seorang yang benar-benar baik dan mungkin saja 10 atau 20 tahun lagi kita akan merasakan merdeka yang benar-benar merdeka.

 

  • Terbebas dari masalah kemiskinan.

Masalah kemiskinan di Indonesia sudah sangat susah untuk dihapus –mungkin. Kemiskinan juga bisa memunculkan para penjajah-penjajah dalam negeri yang baru. Seorang yang berkuasa atau mungkin yang memiliki kekayaan lebih banyak dari orang lain akan semena-mena menjajah orang-orang yang memiliki kekayaan yang kurang. Memang Indonesia sudah berupaya untuk menghapuskan kemiskinan secara perlahan dengan memberikan bantuan-bantuan. Tapi lagi-lagi itu malah membuat para penjajah baru bermunculan, mereka mengambil jatah yang seharusnya bukan untuk mereka.

*Korupsi menurut aku adalah satu bentuk penjajahan yang sangat merugikan rakyat. Secara tidak sengaja para koruptor mengurangi kebebasan orang-orang yang membutuhkan apa yang sudah mereka korupsi dengan apa yang mereka lakukan.

 

  • Terbebas dari kebodohan.

Jika suatu Negara masih dibelenggu oleh kebodohan maka Negara itu tidak mudah untuk move on dan menemukan arti merdeka yang sebenarnya. Mungkin para penjajah dalam negeri tidak begitu memikirkan untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Karena jika semakin banyak orang cerdas dan pandai dinegara ini sama saja kesempatan mereka akan menjadi sangat sempit. Maka dari itu kita harus benar-benar memiliki semangat lebih untuk memerangi kebodohan. Secara tidak langsung kita masih dibodohi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan tidak memberikan pendidikan yang baik.

 

  • Memiliki kebebasan untuk berpendapat.

Kebebasan untuk berpendapat di Indonesia sudah diterapkan karena Indonesia adalah Negara yang menerapkan system demokrasi. Tapi masih banyak juga orang belum mendapatkan kebebasan untuk berpendapat. Banyak orang yang merasa lebih pintar malah tidak memberikan kesempatan pada orang lain untuk berpendapat.

 

Dari keempat poin itu saja kita baru mendapatkan setengah dari satu poin yaitu terbebas dari penjajah luar negeri yang sudah diusir oleh para pejuang kita pada tanggal 17 Agustus 1945. Dan apakah kita tetap membiarkan tiga setengah poin –yang hanya sebagian dari poin  yang lain- lainnya tetap seperti ini? Semangat untuk terbebas dari penjajahan adalah salah satu cara untuk kita mendapatkan tiga setengah poin yang lain. Jangan mentang-mentang penjajah luar negeri sudah pergi dan kita malah enak-enakan dan tidak memikirkan bagaimana seharusnya Indonesia kedepan. Kita diberi sebuah amanah besar dari para pejuang untuk meneruskan perjuangan mereka. Mungkin ini akan terlalu lebay, tapi kita harus mengawali hari-hari dengan semangat 45. Dan satu lagi yang aku nggak suka adalah ketika para remaja Indonesia malah menggunakan semangat 45 untuk bahan lelucon yang sebenarnya tidak lucu. Kita tidak boleh main-main dalam menjalani hidup. Jadi para remaja Indonesia yang seumuran atau lebih tua dan muda dari aku tolong bercanda boleh-boleh saja tapi tolong kalian pikirkan terlebih dahulu apa bahan yang kalian gunakan untuk lelucon sopan atau tidak. Karena untuk sebagian orang mungkin saja itu ‘tidak lucu sama sekali’.

Biasanya bangsa Indonesia  merayakan hari kemerdekaan dengan upacara bendera dan mengadakan berbagai macam lomba-lomba –lomba makan kerupuk, panjat pinang, balap karung, dll. Sebagian besar daerah di Indonesia yang masih memiliki ‘semangat 45’ dan rasa gotong royong yang kuat pasti akan merayakannya. Memang membuat sebuah pesta akan sangat mahal tapi untuk pesta dalam rangka merayakan kemerdekaan Indonesia kita hanya perlu modal semangat. jika kita harus mengikuti upacara kita para remaja juga harus bersemangat dan bukannya ogah-ogah lalu pura-pura tumbang saat upacara baru setengah jalan. Kita harus ingat bahwa kita adalah penerus bangsa ini, kita harus memiliki semangat 45 yang para pejuang miliki juga. Apa jadinya Indonesia kedepan jika para penerus bangsa masih tetap seperti ini.

 

Penulis:  Alfiena Puji Kusuma Dewanti

*tulisan ini sudah melalui proses editing tanpa mengubah esensinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s